PKL Hari Keempat
Assalamualaikum Wr. Wb
Sudah tidak terasa hari
ini adalah hari keempat saya PKL di AKAKOM. Seperti biasanya saya bangun sepagi
mungkin agar tidak terlambat sampai kelas. Oh iya, kemarin ada teman saya dari
SMKN 1 GIRITONTRO yang datang ke Jogja untuk PKL di AKAKOM. Namanya adalah
Yunita Sari, sebenarnya pada PKL periode pertama kemarin dia AKAKOM juga
bersamaan dengan Evita. Tetapi karena dia belum mendapat tempat PKL dan dia
ditinggalkan temannya maka dia memilih untuk PKL disini. Dan ini adalah hal yang
sangat seru karena saya dan Evita tidak hanya berdua lagi jika kemana mana.
Yunita juga sudah akrab dengan kakak kakak mentor disini.
Hari ini, Kamis kita
bertiga berangkat tepat waktu dan setelah sampai dikelas ternyata kelasnya
masih sepi, baru 3 orang yang datang. Kami masuk kelas dan duduk ditempat duduk
kita masing masing. Seperti biasa
menunggu kakak mentor berharap ada waktu luang dalam kelasnya dan mengajarkan
materi ke kita. Kita diberi tugas untuk menyelesaikan brosur kemarin untuk
menempelkan stiker pada brosur itu. Kali ini brosurnya tidak terlalu banyak
seperti kemarin. Dan karena kita bekerja sama dalam menyelesaikannya maka tugas
itu cepat selesai. Saya mengerjakan dengan teman teman dari Padaherang lagi,
karena saya lebih akrab dengan mereka. Kami ngobrol, tertawa bercerita dan
banyak lagi. Saya belum bisa memahami bahasa mereka karena bahasa mereka bahasa
sunda dan mereka pun tidak tahu bahasa jawa, jadi kita memakai bahasa Indonesia
saja agar lebih mudah.
Setelah pekerjaan
selesai, dari kita semua banyak yang bermain gadget. Tetapi ada juga yang
bercerita termasuk anak anak dari Padaherang, sayapun ikut mendengarkan cerita
mereka. Mereka benar benar asyk orangnya. Dan ada juga yang mengerjakan tugas
dari kakak mentor.Serta sampai ada yang tiduran dilantai belakang kursi saya
duduk.
Oke karena waktunya
sudah istirahat, jadi saya dan teman teman kembali ke kos. Saat saya dan teman
teman tiba di pintu kelas, ada anak anak cowok dari Rembang yang sepertinya
melihat ke arahku dan tertawa seolah olah mereka memang sedang menertawakan
saya. Dan saat sampai di tangga, ada
anak anak cewek dari Padaherang yang memanggil saya. Saya berbalik kebelakang,
ternyata mereka memberitahu saya bahwa di kerudung saya ada stiker nya. Saya
sempat bingung siapa yang menempelkan stiker di kerudung saya, saya kira yang
berbuat seperti itu adalah anak anak cowok dari Rembang yang jahil itu. Awalnya
saya biasa saja bertemu mereka tapi lama kelamaan saya malah tidak suka dengan
kehadiran mereka. Yang awalnya saya jika jalan biasa saja sedikit tersenyum,
tapi jika bertemu dengan anak anak Rembang yang cowok raut muka saya berubah drastic
menjadi sedikit benci bisa dikatan sedikit cemberut, karena saya masih
mengingat hal yang dilakukan mereka siang tadi. Kalau dalam islam tidak berdosa
jika membenci orang, saya akan benci pastinya. Tapi untuk kali ini saya hadapi
dengan sabar, pasti nanti juga ada hikmah dibaliknya. Allah swt kan tidak
pernah tidur.
Saya dan teman teman
kembali pergi ke kelas, tiba diruangan saya biasa saja dengan anak anak Rembang
itu, ya walau sedikit masih memikirkan kejadian tadi siang. Saat saya duduk di
tempat duduk saya. Menunggu waktu pulang kembali seperti biasanya. Dan waktu
terus berjalan jam menunjuk pukul 16.00 pun tiba, maka kami segera pulang.
Terimakasih sudah
mendengarkan cerita saya hari ini. Saya doakan semoga bermanfaat bagi semua.
Sekian.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Komentar
Posting Komentar